by

MAKI : Analisa Komprehensif Terkait 6 Calon PJ Walikota Batu 2023 – 2024 Sesuai Usulan DPRD Kota Batu dan Usulan Pemprov Jatim

BATU – Berkaitan dengan polemik pra keputusan Kemendagri terkait PJ Walikota Batu 2023-2024 menyusul setelah demisionernya Walikota Batu Dewanti Rumpoko per tanggal 27 Desember 2022, LSM MAKI Koorwil Jatim mencoba untuk melakukan analisa komprehensif dengan berbasis data hasil kajian dari Litbang dan Investigasi MAKI Jatim serta mengkaji masukan dan saran baik dari rekan aktivis Kota Batu, DPRD Kota Batu serta rekan-rekan lembaga yang lain.

Berdasarkan kajian internal MAKI Jatim, bahwa dari ke 6 calon PJ Walikota Batu yang masuk usulannya ke Team Penilai Akhir (TPA) Kemendagri Pusat, MAKI mencoba untuk membuat flow chart internal di mana flow chart ini bisa menjadi saran serta masukan terutama bagi Kemendagri.

Bersama ini kami sampaikan kajian bahwa:

1. Kedua Calon PJ Walikota Batu yang berasal dari Sekda Kota Batu dan Sekda Kabupaten Malang sangat berpotensi akan terjadi “conflict of interest”, terutama menjelang pilwali Kota Batu dan pilbup Kab. Malang dalam hal dukung-mendukung. Ini sangat beresiko untuk memberikan amanah ketika kedua calon tersebut akan menjabat PJ Walikota Batu Malang, ditambah sebuah kenyataan pahit bahwa kedua Walikota Batu dan Bupati Malang tersandung dengan sukses terkait dugaan gratifikasi dan korupsi by KPK pada saat mereka masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah, sangat ironis.

2. Calon PJ Walikota Batu Malang 2023-2024 yang berasal dari lingkungan Pemerintah Propinsi Jawa Timur adalah Pulung Chausar (Kadispora Jatim), Indyah Aryani (Kepala Disnak Jatim), Aries Agung Paewai (Kepala BBSDM Jatim) dan terakhir Hudiyono (Kepala Disbudpar Jatim).

Dari Keempat calon PJ Walikota Batu itu, MAKI Jatim mencoba untuk melakukan kajian komprehensif internal di mana dari segi pengalaman, hanya Pak Hudiyono yang pernah menjabat PJ Bupati Sidoarjo, sedangkan yang lain belum pernah menjadi PJ atau PLH bupati atau walikota di Jawa Timur.

“Pak Pulung menjabat sebagai eselon II di Dispora Jatim dalam usia yang sangat muda, bahkan termuda di antara eselon II yang lain, sedangkan Bu Indy Kadisnak Jatim baru saja mendapat promosi ke eselon II hasil assesment, demikian juga dengan Pak Aries Paewai,” ungkap Heru Satriyo, Ketua LSM MAKI Koorwil Jatim.

Hal ini ditambah satu informasi dari lingkungan Kemendagri bahwa telah terjadi 5 kali proses SK yang diduga telah tertanda tangani dengan sukses tetapi pada akhirnya 5 SK tersebut harus masuk mesin penghancur kertas.

“Informasi itu valid dan yang saya dengar, nama PJ Pak Aries Paewai masuk ke mesin penghancur kertas selama 3 kali, Pak Pulung satu kali dan Pak Zadim satu kali, luar biasa,” ungkap Heru MAKI—sapaan Heru Satriyo.

Ini menarik untuk dicermati dan masyarakat Batu pada khususnya, harus mengetahui retorika menjelang terbitnya SK PJ Walikota Batu periode 2023-2024. “Tetap sarat dengan dugaan potensi campur tangan swasta di luar Team Penilai Akhir (TPA) Kemedagri Pusat dan dugaan MAKI ada tuan tanah yang bermain sangat intensif,” ungkap Heru MAKI.

Kita tunggu episode drama terkait PJ Walikota Batu 2023-2024 nantinya. Salam Anti Korupsi. (bud)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed