by

MAKI Siap Dampingi Pelaporan Hukum CV BJA: Dampak Putus Kontrak Proyek Ternak Disnak Jatim TA 2022

Berkaitan dengan keluarnya surat resmi pemutusan kontrak untuk proyek pengadaan ternak sejumlah 24 ekor di Bidang BP4 Dinas Peternakan Jatim untuk CV Barokah Jaya Abadi yang berkantor di Pamekasan, MAKI Jatim lewat Koordinator Bidang Hukum MAKI siap mendampingi dan siap diberikan kuasa hukum oleh CV BJA sebagai penggugat.

Direktur CV BJA Pamekasan sudah memberikan surat kuasa hukum kepada Lawyer MAKI Jatim dan MAKI Jatim siap mengemban amanah serta membawa permasalahan putus kontrak ini ke ranah hukum.

“Saya sangat menyayangkan sikap arogansi dari PPK dan KPA untuk paket pengadaan ternak sapi 24 ekor tersebut yang berakhir dengan putus kontrak,” ujar Heru Satriyo, Ketua LSM MAKI Koorwil Jawa Timur.

MAKI sebenarnya sudah sempat melakukan hard warning ke Kabid BP4 Disnak Jatim, tetapi saran keras tersebut hanya didengarkan saja dan tidak digubris sedikit pun oleh PPK dan KPA Bidang BP4 Disnak Jatim. Ada beberapa parameter kejanggalan yang sudah bisa dibaca dengan mudah di awal kontrak apabila PPK mempelajari dengan seksama klausul yang tertera dalam kontrak dan surat pesanan di mana sistem pembelanjaan ternak lewat E Purchasing dengan E Cataloguenya.

Adapun beberapa hal yang menurut MAKI janggal adalah :

1. PPK menerapkan standarisasi pemeriksaan ternak di luar kesepakatan sistem pemeriksaan ternak yang tertera dalam Surat Pesanan (surat PO).

2. PPK menerapkan tambahan-tambahan persyaratan seperti ternak harus bebas dari virus penyakit PMK, di mana hal itu sangat jelas tidak tertera dalam klausul perjanjian dalam surat pesanan kontrak, di tengah kondisi bahwa saat ini penyakit PMK masih menjadi momok peternak sapi dan program vaksin PMK yang dijalankan bukan menjadi sebuah legitimasi bahwa ternak sapi akan bebas virus PMK apabila sudah mendapatkan vaksin PMK.

“Kami temukan kasus di Kabupaten Sidoarjo, bahwa ada ternak sapi yang telah divaksin PMK sampai tahap 2, itu pun masih positif mengidap virus PMK ketika dilakukan uji lab darah,” ungkap Heru MAKI—sapaan Heru Satriyo.

3. Adanya sikap arogansi yang dilakukan oleh PPK kegiatan yaitu dengan memaksakan persyaratan-persyaratan tambahan untuk ditandatangani oleh Direktur CV BJA.

4. Adanya jedah waktu yang sangat panjang antara surat permohonan pemeriksaan ternak oleh CV BJA bulan Oktober 2022 dan ternak sapi baru dilakukan pemeriksaan minggu 1 bulan Desember 2022, atau hampir 3 bulan setelah surat permohonan pemeriksaan resmi disampaikan kepada PPK.

5. Sesuai evaluasi dalam surat pesanan, bahwa kontrak via e purchasing dan e catalogue disampaikan dengan jelas tertera 24 ekor atau satuannya adalah per ekor dan ada beberapa ternak yang lolos dalam pemeriksaan, tetapi PPK memutus kontrak total.

Dan masih sangat banyak ketimpangan-ketimpangan aplikasi dari klausul yang tertera dalam surat pesanan, diterjemahkan lain oleh PPK dan KPA kegiatan.

“Sangat jelas muncul nilai kerugian yang diderita oleh CV BJA dalam pengadaan ternak sapi tersebut, dan namanya kerugian identik dengan ranah pidana, walaupun kita akan mulai dengan tahapan awal dalam pelaporan ke ranah pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait surat pemutusan kontrak dan surat pesanan awal,” ucap Heru MAKI.

Banyak babak baru akan diungkap dalam pelaporan tersebut, termasuk pelaksanaan PAPBD 1 TA 2022 yang sudah dilaksanakan oleh Disnak Jatim, baik dalam pengadaan obat-obatan ternak, pengadaan sarana prasarana ternak termasuk pengadaan ternak sapi yang termaktub dalam PAPBD 1 TA 2022 Dinas Peternakan Jawa Timur.

Sambil tertawa lebar, Heru MAKI menyampaikan bahwa kata kuncinya adalah kapan peserta e catalogue upload dalam etalase ternak dan kapan eksekusi pengadaan ternak itu dilaksanakan.

“Ini banyolan mahal senilai Rp 126 milyar,” tawa Heru MAKI Secara tegas MAKI Jatim yang sudah menurunkan team bidang litbang dan investigasi untuk melihat proses distribusi ternak yang dilakukan dan akan semakin mengemuka di atas permukaan ketika timbul pertanyaan besar, “Apakah Dinas Peternakan Jawa Timur sudah melaksanakan dengan baik dan bertanggung jawab menuju Jatim bebas virus PMK pada ternak sapi?” Kita tunggu episode selanjutnya.(bud)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed