by

Gagal Perjuangkan Aspirasi Petani Terkait Pupuk Subsidi, Malah Dilantik Jadi Kadistan dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (06/01/2023)

Salah satu yang dilantik adalah Ir. Dydik Rudy Prasetya, MMA. sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya Rudy menjabat Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

Dipilihnya Rudy menjadi Kadistan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur menjadi pertanyaan LSM MAKI Koorwil Jawa Timur. “Kami sangat menyayangkan terkait hasil esesmen saudara Rudy sebagai esesmen terbaik untuk Kadistan Jawa Timur dan akhirnya dilantik oleh Ibu Gubernur,” kata Heru Satriyo, Ketua LSM MAKI Koorwil Jawa Timur.

Dikatakan oleh Heru, ketika bicara tentang pupuk subsidi dan ketika pupuk subsidi dibutuhkan oleh petani di Jatim, Bidang Sarpras inilah yang menangani masalah RKKL atau yang menangani pengajuan-pengajuan pupuk subsidi yang diusulkan oleh kabupaten ke provinsi.

“Dan selama ini seperti kita ketahui bahwa kuota pengajuan pupuk subsidi untuk petani di Jatim dari pengajuan 100% hanya terealisasi atau di-ACC Kementan lewat Pupuk Indonesia 43 sampai 45% dan ini terjadi terus setiap tahun,” kata Heru.

Hal itu terjadi setiap tahun, kata Heru, karena tidak adanya greget atau keinginan dari stakeholder terkait pupuk subsidi yaitu Kabid Sarpras untuk menaikkan kuota pupuk subsidinya.

Di sisi lain MAKI Jatim menengarai masih banyak bantuan alat sarana dan prasarana yang dilakukan dalam sistem e catalog oleh Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Jawa Timur, di mana penggunaan alat-alat pertanian tersebut, masih ada di gudang-gudang dinas pertanian kabupaten, contoh di Kabupaten Nganjuk, sampai handtraktor besar berkarat.

“Sehingga kami pertanyakan seperti apa verifikasi yang dilakukan oleh Bidang Sarana dan Prasarana, dan setelah alat pertanian itu dikirimkan kami tengarai masih ngendon di gudang sampai berkarat,” kata Heru.

Bebertapa hal itulah yang menjadi pertanyaan MAKI Jatim, alasan dan kriteria pengangkatan Rudy menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

“Karena kami menganggap Pak Rudi itu diganti sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana bukan malah diangkat menjadi Kepala Dinas, mengingat track record beliau gagal untuk menaikkan kuota pupuk subsidi untuk petani di Jawa Timur,” kata Heru.

Kedua, lanjut Heru, banyak ditemuikan alat-alat pertanian yang merupakan hibah dari Provinsi Jawa Timur yang belum dimanfaatkan secara maksimal atau masih berada di gudang.

 “Pertanyaan akan semakin mengemuka ke depan karena kami juga akan mengkaji dan mempertanyakan secara langsung kepada Ibu Gubernur Jawa Timur terkait ada apa di balik pelantikan saudara Rudi sebagai Kadistan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur,” kata Heru.

Analisa dari MAKI Jawa Timur, Rudy mengurusi pupuk saja gagal, mengurusi alat-alat pertanian yang dibutuhkan petani juga gagal, terus apakah dia mampu untuk berbicara tentang kesejahtertaan petani Jawa Timur ke depan, di mana dunia pertanian saat ini masih sangat kompleks, masih banyak permasalahan yang muncul, masih banyak tuan-tuan tanah, masih banyak petani yang menjadi buruh di lahan pertanian milik tuan-tuan tanah itu.

“Masih banyak permasahalahan kuota hibah peruntukan untuk petani tetapi aplikasinya nama petani hanya dicatut saja sebagai penerima sehingga nanti pupuk bantuan atau bantuan apa pun itu masuk ke pemilik tanah, bukan untuk petani penggarap,” tandas Heru.

Permasalahan sangat krusial terakhir, kata Heru, bahwa kuota lahan untuk petani di Jawa Timur masih dominan diisi oleh petani-petani penggarap. Artinya bantuan yang diberikan untuk petani tetapi yang mendapat keuntungan besar dan luar biasa adalah pemilik lahan pertanian itu.(bud)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed