by

MAKI Jatim dan Ning Lia Bersama-sama Perangi Pinjol

SIDOARJO – Guna lebih mengimplementasikan syiar dan ikthiar LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Jatim dalam mendukung gerakan “Merdeka dari Pinjol,” MAKI Jatim menggandeng Ning Lia Istifhama, tokoh wanita sekaligus Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim.

Sangat menarik tema yang diusung karena saat ini pinjol atau pinjaman online/fintech telah menjadi wabah pandemi sosial di kalangan masyarakat, terutama masyarakat kelas menengah dan bawah.

“Ini fenomena yang sangat memprihatinkan, di mana aplikasi pinjol tersebut hadir dengan berbagai penawaran utang cepat, baik dengan legalitas dari OJK ataupun tidak. Satu sisi kita bisa membaca, mendengar bagaimana korban pinjol berjatuhan bahkan sampai ada yang bunuh diri, stress dan gila, tetapi di sisi yang lain, bahwa pemerintah lewat Kementerian Infokom pusat tidak atau diduga sengaja membiarkan aplikasi pinjol tersebut beredar secara luas ke masyarakat tanpa berusaha untuk melakukan penutupan dan filterisasi,” ungkap Heru Satriyo, Ketua MAKI Jatim.

Heru Satriyo.

Seperti realita di lapangan yang terjadi,bahwa kehadiran pinjol dengan bunga yang sangat tidak wajar tersebut menggoda sense of need dari masyarakat untuk pinjam hanya dengan jangka waktu 7 hari atau maksimal 14 hari.

“Bayangkan, pinjam 1 jt cair hanya Rp 600 ribu dan dalam jangka waktu “hanya” 7 hari harus mengembalikan Rp 1 juta, bahkan ada beberapa aplikasi yang lebih gila lagi, yaitu mengembalikannya lebih dari 1 jt,” lanjut Heru MAKI—sapaan Heru Satriyo.

Ini fenomena yang terjadi saat ini dan angka rupiah peredaran dana fintech atau pinjol dalam kurun waktu Januari 2022 sampai Juli 2022 sebesar Rp 8,13 triliun, sebuah angka yang fantastis. Dampak utama yang terjadi saat ini adalah munculnya korban pinjol yang terjerat dalam lingkaran setan putaran dana fintech dan apabila masyarakat tidak bisa membayar, maka akan menerima sanksi psikologis luar biasa dari aplikasi pinjol, di mana telepon dan WA setiap 5 menit akan berdering serta kata-kata cacian seperti binatang, bangsat, dan lain sebagainya, juga menjadi menu utama dari nomor HP aplikasi pinjol tersebut.

Ning Lia.

“MAKI Jatim dengan dukungan calon senator Jawa Timur, Ning Lia Istifhama, sepakat untuk merangkul semua korban pinjol dan memberikan edukasi serta pengetahuan pengenaan pasal pasal pidana KUHP apabila ada ancaman dari nomor HP aplikasi serta siap mendampingi masyarakat korban pinjol untuk melakukan perlawanan kepada semua aplikasi pinjol.

Ning Lia Istifhama hadir mendukung serta menjadi pribadi yang juga sangat peduli terhadap korban pinjol, di mana seharusnya pemerintah lewat instansi terkait harusnya hadir terlebih dahulu untuk memberikan “PERLINDUNGAN” bagi masyarakat atau rakyat dengan memberikan edukasi untuk lolos dari jeratan pinjol dan lebih memberdayakan korban pinjol.

MAKI Jatim juga telah mendeklarasikan lembaganya untuk menyatakan perang terhadap pinjol dan siap melakukan pendampingan. “Secepatnya bersama Ning Lia kita akan buka posko pengaduan korban pinjol 24 jam termasuk menyediakan nomor HP hotline, silakan semua korban pinjol untuk datang ke posko, memberikan data serta kronologis dan kami akan back up kerahasiaan data serta melakukan upaya pendampingan,” lanjut heru MAKI.

Sebagai langkah awal syiar, MAKI mengundang semua masyarakat korban pinjol untuk bersama-sama hadir dalam talkshow “Merdeka dari Pinjol” di Gebyar UMKM Agustusan 2022 di lapangan Desa Waruberon, Kec. Balongbendo, Kab. Sidoarjo, Mingg (21/8) malam.

“Mari hadir untuk sama-sama mendukung gerakan “Merdeka dari Pinjol.” Tidak usah malu, tidak usah takut, kami hadir untuk semua korban pinjol. Bahkan kalau perlu sekretariat MAKI Jatim bisa menjadi rekomendasi bagi para penagih pinjol untuk datang. Arahkan semua penagih pinjol ke sekretariat MAKI Jatim, kita akan hadapi semua, dan demi warga korban pinjol, MAKI Jatim beserta pengurus dan anggota siap melakukan perlawanan, mau gaya apa akan saya ladeni,” tegas Heru MAKI.(bud)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed