by

Ekspor Perdana 2 Kontainer Nanas Madu MAKI Jatim Lewat CV Ilung Perkasa ke Jeddah Arab Saudi

SIDOARJO – “Allahu Akbar,” teriak Heru Satriyo, Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Jawa Timur, ketika melepas ekspor perdana sebanyak dua kontainer nanas manis (sweet pineaple) secara internal kelembagaan ke Kota Jeddah, Arab Saudi.

Keberhasilan pelaksanaan ekspor perdana tersebut merupakan kolaborasi intensif serta dukungan total dari Jendy, Forwarding Kapal, Iput Sunari Putra (pengurus MAKI Jatim sekaligus Direktur CV Ilung Perkasa) dan pengusaha kuliner Mr. Ahmad Zein dari Jeddah Arab Saudi.

Ini terobosan baru sekaligus penajaman konsep pemberdayaan masyarakat real secara internal kelembagaan bagi MAKi Jatim untuk memberdayakan pengurus dan anggotanya. Komunikasi intensif saat ini juga sedang dijalankan intensif dengan beberapa negara lain seperti Brunei Darussalam yang minta meatball/bakso per minggu 10 ton dan beberapa negara yang lain.

“Kami ini dasarnya bonek alias bondo nekat karena tidak ada satu pun sumber permodalan dari perbankan yang nawari pinjaman atau masuk permodalan ke kami. Semua murni urunan, ada yang gadaikan mobil, sertifikat rumah dan gadai emas. Semua murni dari urunan pengurus dan anggota,” ungkap Heru MAKI–sapaan Heru Satriyo.

Direktur CV Ilung Perkasa, Iput Sunari Putra.

MAKI Jatim berharap ke depan ada atensi dari perbankan untuk bisa melakukan support kepada usaha ini, terutama Bank Jatim selaku institusi keuangan BUMD resmi milik Pemprov Jatim. “Saya berharap Gubernur Jawa Timur sebagai Ibunda kami bisa membantu kami dalam hal memberikan rekomendasi otoritas perbankan, karena selama ini masih sangat dirasakan sulit untuk mendapatkan permodalan dari perbankan,” ungkap Heru MAKi.

Kerjasama positif dengan petani nanas madu di Kediri (sekitar area Gunung Kelud), terutama Desa Judeg, Kediri, hanya berdasarkan kepercayaan kepada MAKI Jatim lewat CV Ilung Perkasa, sangat membuat trenyuh.

“Daripada saya jual murah ke tengkulak, mending saya percayakan kepada Mas Heru MAKI dan MAKI Jatim untuk bisa melakukan ekspor hasil tanam nanas madu kami,” ungkap Rudi, salah seorang petani nanas madu.

Heru MAKI dan istri.

Semoga budidaya nanas madu dengan peluang ekspornya serta kerjasama positif dengan MAKI Jatim menjadi jawaban dari semua praktek tengkulak yang sangat merugikan petani.

“Dengan mengucap kata bismillah serta berharap ridlo dari Allah SWT atas semua ikhtiar yang telah dilakukan, semoga ekspor perdana ini menjadi jawaban untuk mengatasi tingginya tingkat pengangguran dan sebagai sumber pendapatan peningkatan kesejahteraan, baik bagi petani nanas madu, pengurus dan anggota MAKI Jatim serta menjadi sumber inspirasi bagi rekan-rekan yang lain untuk selalu berani melakukan inovasi digital marketing terutama untuk pasar luar negeri,” ungkap Heru MAKI.

Selaras dengan jargon MAKI Jatim, yaitu “Tidak Pernah Lelah Mengejar Matahari,” MAKI Jatim siap melakukan ekspor perdana dan siap menjawab semua tantangan dengan terus mengedepankan fungsi kontrol dan pengawasan untuk penggunaan anggaran negara baik APBN, APBD Tk 1 dan APBD Tk 2. Bravo MAKI Jatim. (bud)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed