by

MAKI Jatim: PPUMI Jatim Harus Dapat Perhatian dari Pemerintah Khususnya DisKopUKM

SURABAYA – Meski baru berusia satu tahun tapi kiprah wadah Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Jawa Timur tidak diragukan. Wadah ini terus bergerak memberdayakan perempuan di Jawa Timur melalui jalur UMKM dan koperasi.

Seperti pernah disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, saat raker PPMUI, perempuan adalah pelaku yang sangat penting dan besar di UMKM. Pernyataan tersebut didukung data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) bahwa mayoritas pelaku UMKM adalah perempuan.

Di tingkat usaha mikro, 52 persen dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan. Untuk tingkat usaha kecil, terdapat 56 persen dari 193 ribu usaha kecil pemiliknya perempuan. Sementara, untuk usaha menengah, 34 persen dari 44,7 ribu pelaku usahanya adalah perempuan.

Dewi Khalifah, Ketua PPUMI Jawa Timur yang juga merupakan Wakil Bupati Sumenep mengatakan, bahwa kolaborasi merupakan kunci keberhasilan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam talkshow Creative Week berjudul “Peran Pesantren Dalam Pemberdayaan UMKM” yang diadakan di Marvell City Surabaya, 19 Juli 2022, perempuan yang akrab dipanggil Nyai Eva ini juga membeberkan potensi  institusi pendidikan pesantren dalam kaitannya dengan kolaborasi aktif bersama para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Beragam potensi muncul dari pertemuan yang digawangi oleh PPUMI Jawa Timur ini. “Kami melakukan kerja sama antar UMKM craft dengan para desainer pakaian, kolaborasi antardaerah, kolaborasi antarorganisasi hinggap aneka peluang ekspor produk UMKM berupa makanan dan minuman,” kata Nyai Eva.

Nyai Eva berharap kegiatan silaturahmi dapat dilaksanakan secara rutin dan berkala sehingga terjadi interaksi serta kolaborasi yang menyokong perkembangan UMKM ke depannya.

Ditemui terpisah LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Jawa Timur menyambut baik dan mendukung berdirinya PPUMI, karena PPMUI sebagai wadah apresiasi dan tindakan perempuan pelaku UMKM dan UKM di Jawa Timur.

“Kami berharap PPUMI ini bisa menjadi jembatan penghubung UMKM dengan pengusaha-pengusaha besar. Terutama sekali PPMUI melakukan kajian lebih dalam potensi UMKM untuk ekspor,” kata Heru Satriyo, Ketua LSM MAKI Koorwil Jawa Timur.

Heru mengimbau agar wadah seperti PPUMI mendapat real perhatian dan bantuan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. “Kenapa kami bilang real karena selama ini hanya euforia-euforia saja sementara UMKM dan UKM butuh suntikan modal yang serius dan benar, butuh pendampingan yang jelas, butuh peningkatan produksi dan bimbingan yang jelas,” tandas Heru.

MAKI Food and Beverage, UKM kuliner milik MAKI, juga bergabung di PPUMI Jatim. MAKI Food and Beverage didirikan sebagai salah satu usaha profit oriented MAKI di jalur kuliner.(bud)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed