by

CDK Sumenep dan BBKSDA Wil. IV Jatim “Ekspedisi  Abboti #2” di Pulau Masakambing

SUMENEP – Kegiatan Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Pulau Masakambing dilaksanakan oleh Cabdin Kehutanan Wil Sumenep dengan tema Ekspedisi  Abboti #2, selama 8 hari, yaitu sejak 16 Mei s/d 23 Mei 2022.

Tim Ekspedisi ini merupakan kolaborasi dari Tim Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Sumenep dan Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah IV Jawa Timur yang mempunyai misi  antara lain konservasi  pengelolaan populasi dan habitat, yaitu upaya pelestarian burung kakak tua melalui kegiatan penghitungan populasi,  peningkatan kualitas dan kuantitas keanekaragaman tegakan sebagai daya dukung kehidupan burung kakak tua dan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Pembinaan Kelompok Tani Hutan dan Pembentukan PKSM di Pulau Masakambing.

Hasil pengamatan terkait jumlah populasi, Sumpena, Kasi Konservasi Wil IV BBKSDA, menyampaikan bahwa ada 26 ekor burung kakak tua kecil jambul kuning yang sampai saat ini masih ada di Pulau Masakambing, terdapat 5 pohon sarang (3 pohon randu dan 2 di mangrove) serta 4 pohon tidur (pohon kelapa).

Dalam ekspedisi KEE Pulau Masakambing kali ini setiap kegiatan selalu melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti pokdarwis,  lembaga pendidikan,  tokoh masyarakat dan beberapa pemuda peduli lingkungan yang ada di masyarakat setempat. 

Mengingat masyarakat lokal sebagai pemegang kendali kepemilikan mayoritas area habitat burung kakak tua, strategi konservasi berbasis masyarakat atau Community-Based Conservation (CBC) menjadi pertimbangan yang selain bertujuan agar burung kakak tua  tetap hidup lestari,  juga dimaksudkan agar masyarakat  mendapatkan manfaat dari segi ekonomi melalui optimalisasi potensi sumber daya alam di sekitarnya.

Kami berharap dengan adanya upaya pelestarian bersinergi antara pemerintah dan masyarakat bisa menambah populasi burung kakak tua jambul kuning di tahun-tahun mendatang.

Dalam rangka mendukung kualitas dan kuantitas keanekaragaman tegakan di Pulau Masakambing, CDK Wil Sumenep juga telah memberikan bantuan tanaman buah-buahan secara bertahap,  antara lain  400 batang yang terdiri dari jenis kelengkeng, rambutan dan matoa kepada masyarakat dan telah ditanam pada tahun 2021 yang selanjutnya akan diikuti dengan bantuan bibit 400 batang pada tahun 2022.

Dari hasil evaluasi diperoleh hampir 98 % tanaman diterima dan dirawat masyarakat serta tumbuh dengan sangat baik. Program bantuan bibit ini merupakan salah satu stimulan agar seluruh elemen masyarakat lebih bersemangat dalam upaya pelestarian ekologi di Pulau Masakambing pada khususnya.

Ketua Tim Ekspedisi Abboti #2 sekaligus Kasi RLPM CDK Wil Sumenep, A. Katri Atmodjo, menambahkan bahwa pada ekspedisi kali ini juga dilaksanakan bimbingan teknis pengelolaan lebah madu jenis Trigona sekaligus memberikan bantuan berupa 5 koloni lebah dan biji-biji tanaman air mata pengantin sebagai salah satu sumber pakan kepada KTH Jambul Kuning.

“Harapan kita pada tahun 2023 ketersediaan pakan lebah, baik dari tanaman lokal maupun hasil tanaman budidaya menjadi optimal dan selanjutnya Pulau Masakambing bisa dikembangkan menjadi sentra madu untuk wilayah Kecamatan Masalembu,”  tukasnya.

Dari sisi pemberdayaan masyarakat CDK Wil Sumenep juga membentuk Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) yang berjumlah 4 orang yang bertugas menjadi fasilitator program kehutanan antara Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dengan masyarakat,  serta turut serta dalam pembinaan kelembagaan di KTH setempat.

Kepala CDK Wil Sumenep sekaligus sebagai Sekretaris Pengelola KEE Pulau Masakambing, Samsul Muarief, menekankan bahwa pelestarian burung kakak tua yang diikuti dengan program pemberdayaan masyarakat di Pulau Masakambing merupakan amanah langsung dari Ibu Gubernur Jawa Timur. 

CDK Wil Sumenep merupakan salah satu instansi yang mengawali dan melaksanakan program pengelolaan KEE tersebut, wajib diikuti oleh OPD-OPD lain agar segera terjun langsung menyampaikan programnya masing-masing di Pulau Masakambing.(bud)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed