by

MAKI Jatim Tetap Menolak Adhy Karyono Jadi Calon Sekdaprov. Jatim

SIDOARJO – LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Jawa Timur tetap menolak Adhy Karyono sebagai salah satu kandidat Sekdaprov. Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Ketua LSM MAKI Jatim, Heru Satriyo, dalam dialog dengan media di Cafe MAKI Food dan Baverages, Jl. Kunti, Waru, Sidoarjo, sekaligus buka bersama, Jumat (8/4) sore.

Dikatakan oleh Heru, dari awal MAKI Jatim menolak Adhy Karyono, pejabat Kemensos RI, masuk dalam data sebagai calon Sekdaprov Jatim.

“Penolakan kami ini didasarkan bahwa secara implisit Gubernur Jawa Timur, seperti kita ketahui bersama, pernah menjadi Menteri Sosial RI periode 27 Oktober 2014 sampai 17 Januari 2018 era kepemimpinan Presiden Jokowi,” kata Heru MAKI–sapaan akrab Heru Satriyo.

Dari situ, lanjut Heru, secara gamblang MAKI menduga ada sebuah korelasi hubungan yang diduga sarat KKN ketika Adhy Karyono masuk mejadi calon Sekdaprov Jatim.

Ditambah lagi, sesuai hasil penelusuran Litbang MAKI Jatim, Adhy Karyono disebut oleh PPK Kemensos, Matheus Joko Santoso, dalam
kesaksiannya di sidang lanjutan untuk saksi dua terdakwa di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 8 Maret 2021, di mana Adhy Karyono sebagai Karo
Perencanaan Kemensos RI diduga menerima fee sebesar Rp 550 juta, walaupun fee tersebut sudah dikembalikan kepada KPK tanggal 25 November 2020.

“Menarik untuk dicermati, MAKI mencoba untuk menelusuri apakah KPK akan mengeluarkan red notice untuk Adhy Karyono. Sebagaimana kita ketahui bahwa Lembaga Anti Rasuah KPK biasanya akan mengeluarkan red notice untuk
seseorang yang sudah diduga kuat dan disertai bukti yang kuat sebagai calon tersangka tindak pidana korupsi,” ujar Heru.

Melihat dua parameter di atas, kata Heru, patutlah MAKI Jatim menanyakan kepada Gubernur Jawa Timur, apabila jika ada red notice KPK yang sudah dikirimkan kepada Gubernur Jawa Timur dan atau ketua tim pansel calon Sekdaprov Jatim, menjadi salah satu pertimbangan dan penilaian Gubernur Jawa Timur untuk menentukan siapa calon Sekdaprov. Jatim definitif selanjutnya.

“Menarik untuk mencermati terkait red notice tersebut, karena harusnya Gubernur Jawa Timur mejadikan red notice KPK tersebut, jika ada, sebagai bahan pertimbangan utama untuk kemudian disampaikan kepada Team Penilai Akhir, siapa calon Sekdaprov Jatim yang tertera namanya dalam red notice KPK tersebut,” kata Heru.

Dalam kesempatan tersebut MAKI Jatim memberikan statement keras bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah pernah terluka pada kejadian OTT yang melibatkan beberapa eselon II Pemprov Jatim.

Itu sebabnya MAKI Jatim berharap bahwa tidak ada kejadian OTT lagi di Jawa Timur.

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa jangan ada lagi OTT di lingkungan Pemprov. Jatim era kepemimpinan Ibu Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur yang kita cintai ini,” kata Heru.

MAKI Jatim mendesak Gubernur Jawa Timur untuk berani menjawab apakah ada red notice KPK yang diduga sudah dikirimkan ke Gubernur Jawa Timur, selain MAKI Jatim juga akan berkirim surat kepada KPK terkait apakah ada red notice yang dikirimkan terkait pencalonan Sekdaprov Jatim ini.

MAKI Jatim juga berharap bahwa Gubernur Jawa Timur tidak melindungi pejabat di lingkungan Pemprov Jatim yang diduga terindikasi kasus korupsi dan gratifikasi.

“Ikhtiar MAKI Jatim adalah Sekdaprov Jatim definitifnantinya adalah Sekdaprov Jatim yang jauh dari kasus korupsi demi mempertahankan keelokan dan kecantikan wajah pembangunan Provinsi Jawa Timur,” tandas Heru.

Diberitakan sebelumnya, proses assesment calon Sekdaprov Jatim yang dilaksanakan Panitia Seleksi Assesment Calon Sekdaprov Jatim, diketuai Muhammad Nuh, sudah sampai pada tahapan penyerahan 3 nama calon Sekadprov Jatim kepada Team Penilai Akhir (TPA), yaitu Mendagri, Menpan RB dan Mensesneg dan Ketua TPA adalah Presiden RI.

Sesuai dengan Pengumuman Pansel Sekdaprov Jatim Nomor : 800/2312/Pansel-JPTM/2022. Ketiga calon Sekdaprov Jatim tersebut adalah Adhy Karyono AKS, MAP., Dr Ir Jumadi dan
Dr Nurkholis S.Sos, Msi.(bud)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed