by

MAKI Jatim Minta Pansel Calon Sekdaprov Manfaatkan Fasilitas yang Dipunyai Jatim

SIDOARJO – LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Jatim menyarankan agar pansel pencalonan Sekdaprov. Jawa Timur memanfaatkan fasilitas yang ada di Jatim.

Potensi atau fasilitas tersebut di antaranya konsultasi tes psikologi, yaitu kepunyaan TNI AL dan Universitas Airlangga.

“Kalau di Surabaya ada, kenapa harus ke Jakarta. Surabaya ada tes psikologi milik TNI AL di Juanda dan Morokrembangan. Unair juga punya. Pertanyaannya, kalau di Surabaya ada kenapa harus ke Jakarta?” kata Heru Satriyo, Ketua LSM MAKI Koorwil Jawa Timur.

LSM MAKI menyarankan agar pansel bisa memanfaatkan tes psikologi milik TNI AL atau Unair tersebut. Dari segi kualitas dan kompetensi sudah cukup memadai.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov. Jawa Timur membuka assestmen terbuka untuk jabatan Sekdaprov Jatim.

Delapan pelamar yang memenuhi syarat seleksi administrasi seleksi terbuka, yaitu Adhy Karyono, A.K.P,. M.AP., Drs. Benny Sampirwanto, M.Si, Dr. Bobby Soemarsono, S.H., M.Si, Indah Wahyuni, S.H., M.Si, Dr. Ir. Jumadi, M.MT., Ir. Mohammad Yasin, M.Si., Drs. Mokh. Sodiq Triwidiyanto, M.Msi, dan Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si.

Lampiran pengumuman Nomor: 800/1735/Pansel-JPTM/2022 tersebut ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh Dea.

Di sisi lain, senada dengan suara DPRD Jatim, MAKI Jatim berharap agar assestmen berjalan netral.

“Selaras dengan pernyataan DPRD Jatim bahwa netralitas pansel dibutuhkan. Memang, apapun konteks realita, aktualisasi dan netralitas MAKI Jatim tetap menolak keberadaan Adhy Karyono sebagai calon Sekdaprov Jatim,” kata Heru.

MAKI Jatim menolak Adhy Karyono dengan alasan menjaga wajah Jawa Timur yang bersih dari praktek KKN.

“Jadi penolakan ini sebagai bentuk kepedulian MAKI Jatim kepada Gubernur Jawa Timur untuk meminimalisir segala macam dan menghilangkan segala macam unsur KKN dalam assesement calon Sekdaprov Jatim,” kata Heru Satriyo.

Dikatakan oleh Heru Satriyo, MAKI Jatim mencium ada korelasi yang kuat antara Adhy Karyono dengan Khofifah Indar Parawansa, di mana Khofifah pernah menjadi Menteri Sosial, sementara Adhy Karyono kini menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Perencanaan Kementerian Sosial RI.(bud)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed