by

MAKI Jatim: Perkara Dugaan Ijazah Palsu Bupati Ponorogo Mengada-ada

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Propinsi Jawa Timur menganggap permasalahan dugaan ijazah palsu Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, sangat mengada-ada dan ada yang berusaha menggoreng isu tersebut ke ranah politik.

Heru Satriyo, Ketua MAKI Jatim, mengatakan, “Tidak sepatutnya  kita sebagai NGO atau LSM masuk ke dalam ranah politik. Bahwa sudah dilakukan proses screening serta verifikasi faktual pada saat beliau maju sebagai cabup Ponorogo, apalagi ditambah satu fakta di mana Bapak Sugiri Sancoko pernah menjadi anggota DPRD Jatim. Ini lucu dan sangat mengada-ada,” kata Heru MAKI.

Menurut Heru Satriyo, sudah sepatutnya Reno Bagus, Ketua LSM Gerakan Pemuda Demokratik, yang mempersoalkan dugaan ijazah palsu Giri Sancoko, bisa memilah-milah sebuah perkara yang sarat dengan dugaan penyimpangan anggaran atau korupsi.

“Sesama pejuang anti korupsi, saya berharap saudara saya, Mas Reno Bagus, bisa mengakhiri polemik dugaan ijazah palsu tersebut dan bersama-sama dengan MAKI Jatim berjuang untuk mempercantik wajah pembangunan Jawa Timur ke depan,” kata Heru Satriyo.

Ditambahkan oleh Heru, LSM MAKI Jatim sudah konfirmasi kepada Giri Sancoko, untuk menawarkan bantuan konsultan dan pendampingan hukum dari Bidang Hukum MAKI Jatim, apabila Giri Sancoko, untuk mengawal sampai tuntas.

“Saya sampaikan kepada beliau (Giri Sancoko, red), dan beliau hanya tersenyum sambil menyampaikan mohon supportnya,” imbuh Heru MAKI.

Lebih lanjut dikatakan Heru, banyak dugaan permasalahan yang mengarah ke dugaan korupsi saat ini yang harus menjadi perhatian semua pihak, seperti kasus temuan BPK untuk Dinas Perhubungan Jatim terkait pengajuan Pokmas, demikian Dinas PU Bina Marga Jatim, perlu mendapatkan perhatian khusus.

“MAKI Jatim akan selalu menjadi garda terdepan untuk menyuarakan semangat anti korupsi dengan lantang dan tidak pernah lelah mengejar koruptor,” pungkas Heru MAKI.

Seperti diberitakan, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dituduh memalsukan ijazah sarjana di Universitas Tri Tunggal Surabaya. Kasus ini telah bergulir ke kantor polisi.

Hari ini, Sugiri diperiksa penyidik Polda Jawa Timur. Dia membantah tuduhan itu.

Beberapa waktu yang lalu, Rektor Universitas Tri Tunggal Surabaya Yudhihari Hendrahardana juga menjelaskan bahwa Sugiri mendapatkan ijazah sarjana sesuai prosedur akademik.

Dia menyebut nomor pokok mahasiswanya 0204026. Sugiri lulus pada sidang yudisium pada Juli 2006 dan berijazah sarjana ekonomi tertanggal 24 Juli 2006.

Terhadap tuduhan memalsukan ijazah, Sugiri berkata, “Yo mosok aku iso malsu ijazah (masa aku bisa palsu ijazah). Opo duwe potongan koyo aku. Leh e malsu nang endi, lek gawe piye, yo ra mudeng aku (emang wajahku bisa, kalau mau palsu itu dimana, buatnya bagaimana). Prinsipnya itu ya,” kata Giri Sancoko.(res)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed