by

Pemilik Lahan Protes Minta Bayar Ganti Rugi Pembuatan Sirkuit Mandalika

MAKINEWS – Unjuk rasa berlangsung pada hari pertama ajang World Superbike oleh sejumlah pemilik lahan yang merasa tanahnya dicaplok untuk pembangunan Sirkuit MotoGP, Mandalika.

Sejumlah pemilik lahan menggelar spanduk di depan Sirkuit MotoGP. Mereka beralasan sampai saat ini belum mendapat ganti rugi atas tanah yang kini menjadi sirkuit balap internasional.

Mereka merasa sudah mulai putus asa karena permintaan ganti rugi tidak pernah diperhatikan. Warga mendesak ganti rugi segera dibayar sesuai perintah Presiden Joko Widodo yang diungkap saat meresmikan sirkuit. Aksi unjuk rasa para pemilik lahan berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan dari kepolisian dan TNI AU.

Aksi unjuk rasa tersebut menjadi puncak akumulasi kejengkelan puluhan warga, karena warga yang telah direlokasi tanahnya juga ada yang belum dibayar.

Pada sisi lain, ada belasan warga mengaku tanahnya seluas  1,75 hektar di lokasi sirkuit belum dibebaskan oleh pihak ITDC selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Arifin Tomy, salah seorang warga setempat mengaku memiliki sertifikat tanah yang sah, namun pihak ITDC menggusur warga yang masih bertahan karena mengklaim memiliki hak pengelolaan lahan (HPL).

Berdasarkan surat keputusan Gubernur NTB, lahan enclave yang harus diselesaikan ITDC seluas 98 hektare dengan jumlah pemilik lahan 49 orang, termasuk 11 warga yang saat ini masih belum diselesaikan dan belum menerima pembayaran.

“Kami, warga Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada dasarnya sangat mendukung  dan bangga adanya pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika. Tapi, kami ingin penyelesaian secara terbuka dan baik-baik terkait tanah kami, tidak muluk-muluk kok,” ungkap Arifin.  

Namun, jika pihak ITDC mengedepankan penyelesaian secara hukum yang dipaksakan, bukan secara musyawarah mufakat, justru warga akan melawan dengan caranya sendiri.

Sementara hingga berita diunggah, belum ada keterangan resmi dari pihak ITDC terkait unjuk rasa belasan warga Kuta tersebut. (*)

(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed