by

Atlet Bola Tangan Jatim Dijegal di PON XX, Wajah Buruk Olahraga Kita

LAPORAN MAKINEWS.ID DARI PAPUA

PON XX di Papua sudah memasuki tahap akhir. Sebagian dari gelaran per-cabor sudah memasuki fase akhir. Begitupun cabang olahraga bola tangan. Dalam PON XX kali ini cabor yang masih disebut baru di olahraga Indonesia dan pertama kali diujicoba di PON XX ini. Meskipun bertajuk baru namun antusias peserta cabor ini begitu tinggi.

Sebagai cabor yang baru pertama kali dipertandingkan pada PON, bola tangan hanya diikuti 7 dari 34 provinsi di PON XX Papua 2021.

Ketujuh provinsi itu adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan tuan rumah Papua.

Dilaporkan wartawan makinews.id dari arena PON XX di Papua, prestasi hadirnya cabor baru yang dipertandingkan tak sejalan dengan praktek di lapangan, bahwa setelah ditemui match fixing/pengaturan skor ketika pertandingan berlangsung.

Catatan hitam tersebut adalah hilangnya nilai sportivitas dalam pertandingan cabang olahraga bola tangan antara tim putri Kalimantan timur melawan tim putri Papua

“Ya memang dengan tegas saya menyatakan hilangnya sportivitas dalam pertandingan ini. Karena kedua tim terlihat kong kalikong untuk bekerjasama agar menggagalkan tim putri Jatim untuk lolos ke semifinal,” pungkas Ardian, penggiat bola tangan.

“Terlihat jelas dengan logika orang sehat seharusnya tim putri Kalimantan Timur bisa menang dengan mudah dengan tim putri Papua. Tapi pada kenyataannya pertandingan tersebut seolah-olah tim Kaltim membukaan jalan bahkan sekaligus memberikan karpet merah untuk tim Papua agar bisa melangkah ke semifinal dengan mulus,” tambahnya

Di sisi lain setelah dimintai keterangan pelatih kepala tim putri bola tangan Jatim Sugeng yang termasuk putra daerah Lamongan membenarkan kejadian tersebut.

“Ini sebuah tindakan yang sangat merugikan bagi kami dan tak sepatutnya ini dibenarkan dan diteruskan, junjung tinggi sportivitas,” tutup Sugeng, pelatih kepala tim putri Jawa timur.

Pertandingan bola tangan berlangsung di GOR Futsal Timika pada 9-14 Oktober 2021. Dengan hasil ini maka tim bola tangan putri Jatim tidak bisa tampil dalam fase berikutnya.(feb)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed