by

Ribut-ribut Dana Monev Covid-19 yang Diterima Bupati Jember, MAKI Jatim: Sarat Muatan Politis

MAKINEWS – Berkenaan maraknya pemberitaan terkait penerimaan dana monev Covid-19 sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Jember Nomer: 188.45/107/1.12/ 2021 tanggal 30 Maret 2021, di mana disebutkan penerima anggaran adalah Bupati, Sekda, Kaban dan Kabid 2 BPBD Kab. Jember, MAKI Jember telah mengkonfirmasikan hal tersebut kepada MAKI Jatim karena berita tersebut mencuat sedemikian luar biasa di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Korwil Jatim, Heru Satriyo, S.IP., mengingatkan para pihak mesti melihat bahwa prioritas utama adalah penanganan Covid-19 di Jember telah berlangsung maksimal.

Dan, hal ini menjadi tanggung jawab seluruh stakeholders di Kabupaten Jember. Bukan hanya tanggung jawab Bupati Jember.
MAKI Jatim merasa perlu angkat bicara setelah menerima laporan perkembangan perkara ini dari MAKI Cabang Jember.

Itulah sebabnya, Heru memberikan arahan jelas kepada pengurus MAKI Jember untuk terus melakukan support total atas semua kebijakan Pemkab Jember terkait penanganan Covid-19.

Heru Satriyo

Dukungan itu dalam wujud, semua pengurus dan anggota LSM MAKI Kabupaten Jember untuk terus turun melakukan pendampingan di tengah masyarakat, terutama bagi keluarga korban Covid-19.

“Jangan sampai masalah penerimaan dana yang saya duga sarat dengan muatan politik itu menjadi pengalih isu penanganan Covid-19 di Jember,” tukas Heru kepada MAKINews.id, Jumat (27/8/2021).

Sebaliknya ia menyoroti bahwa Pemkab Jember kini terus berbenah atas semua persoalan yang ada. Termasuk ketimpangan kekuatan legislatif dalam hal dukung-mendukung kebijakan Bupati Jember. “Kalau ada manuver politik di balik ini, sadis sekali,” tandas Heru lagi.

Honor Sesuai Regulasi
Secara terpisah Bupati Hendy mengakui menerima honor pemakaman Covid-19 sebesar Rp 70 juta. Selain Hendy, honor pemakaman juga diterima oleh Sekda Jember dan dua pejabat BPBD Jember.

Honor yang diterima berasal dari anggaran susunan petugas pemakaman Covid-19, untuk sub kegiatan: Respon Cepat Bencana Non Alam Epidemi/Wabah Penyakit Kabupaten Jember.

“Memang benar saya menerima honor sebagai pengarah, karena regulasinya ada itu, ada tim di bawahnya juga. Kaitannya tentang monitoring dan evaluasi (monev),” kata Hendy dikutip Detik.com, Kamis (26/8).

Namun ia juga akan mengkaji ulang Surat Keputusan Bupati Nomor : 188.45/107/1.12/2021 tertanggal 30 Maret 2021, yang menjadi dasar penerimaan honor terkait penanganan Covid-19 itu.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jember, Ir Mirfano juga membeberkan situasi genting penanganan Covid-19 di wilayahnya. Menurut Mirfano, pada bulan Juli 2021 Satgas Covid setempat harus mengurus lebih dari 1.000 jenazah yang bukan jenazah biasa, melainkan jenazah pasien Covid-19.

“Kami harus menjamin tidak boleh ada satu pun jenazah yang terlantar,” terangnya, Jumat (27/8/202).
Di lapangan para petugas pemakaman harus bekerja dari pagi sampai pagi lagi.

Karena pada bulan Juli itu, ketika puncaknya serangan Covid di daerahnya, angka kematian karena Covid rata-rata lebih dari 50 orang per hari. Para petugas pemakaman juga harus berhadapan dengan keluarga yang marah dan sampai melibatkan kekerasan fisik.

“Kami di level manajemen harus mengurus ketersediaan sarana prasarana dalam kondisi belum ada anggaran. Karena kematian di atas 40 orang setiap hari, itu sangat mendadak dan unpredictable,” imbuhnya.

Menurutnya, setiap hari pihaknya harus monitoring kuburan Covid sampai pemakaman terakhir. Tiap hari harus menjaga kecukupan tenaga pemakaman yang berhenti karena takut resiko, mencari tukang kayu yang dapat memproduksi peti jenazah yang mau dibayar belakangan.

Dan, tiap malam masih harus berkonsultasi dengan bupati guna menyelesaikan masalah sarana-prasarana pemakaman yang kebutuhannya sangat tinggi. Padahal saat itu belum tersedia anggaran.

“Tapi satu pesan Bapak Bupati, pada puncak krisis pandemi Covid-19 itu kami semua bekerja penuh resiko mulai petugas pemakaman sampai dengan Bupati sendiri yang harus menjamin tidak boleh ada satu pun jenazah yang tidak dapat dimakamkan,” pungkasnya. (dur/res)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed