by

D’gunungan di Taman Dayu Langgar Prokes dan PPKM Level 4

PASURUAN – Hari libur, meski di tengah perpanjangan PPKM level 4, masyarakat meluangkan waktu dengan mendatangi tempat untuk berakhir pekan di luar kota.

Sejumlah tujuan untuk berakhir pekan bagai ketiban durian jatuh. Mereka berantusias menyambut kedatangan tamu–maklum setelah sebulan lebih dikungkung PPKM.

Salah satu tempat untuk kongkow-kongkow itu Cafe D’gunungan Taman Dayu Pasuruan di komplek De Taman Dayu, Kelurahan Dayurejo, Kecamatan Prigen.

Pada Minggu (15/8) tadi, cafe yang mengusung konsep cafe outdoor ini ramai dikunjungi pengunjung. Dilihat dari plat mobil yang diparkir di area parkit D’gunungan mayoritas pengunjung berasal dari Surabaya.

Makinews.id yang berada di lokasi menyaksikan kuota pengunjung resto hampir 100%, tidak 25% sebagaimana diatur dalam PPKM.

Sementara di pintu masuk resto terlihat antrian pengunjung. “Tidak ada pemeriksaan suhu badan. Kalaupun ada alat pengukur suhu tapi tidak maksimal digunakan,” kata Heru Satriyo, Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Korwil Jawa Timur.

Selain itu tidak ada filterisasi menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis 1.

Mihat pelanggaran seperti itu LSM MAKI menilai telah terjadi dugaan pelanggaran PPKM level 4 di D’gunungan.

“Ada sengaja dugaan pembiaran di mana resto D’gunungan identik dengan resto dengan harga mahal dan segmentasinya adalah menengah ke atas,” kata Heru Satriyo.

Itu sebabnya MAKI Jatim akan secepatnya berkirim surat ke Bupati Pasuruan untuk secepatnya melakukan penindakan dugaan pelanggaran penerapan prokes di resto D”gunungan.

“Sangat naif ketika warung, depot dan resto menengah ke bawah harus dipaksa tutup sedangkan resto megah seperti D’gunungan bisa buka tanpa ada pengawasan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan,” kata Heru Satriyo.(res)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed