by

Warga Menolak SDN Sawunggaling 1 Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

-Berita-64 views

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya melalui Satgas  Covid-19 berencana menjadikan SDN Sawunggaling 1 di Jl. Adityawarman, Kecamatan Wonokromo, sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19. Tetapi rencana tersebut mendapat pernolakan dari warga sekitar.

Warga enggan daerahnya menjadi tempat karantina, karena dianggap akan berbahaya bagi lingkungan. Warga takut jika SDN Sawunggaling 1 itu dipakai tempat isolasi pasien Covid-19 akan berpotensi menulari atau menyebarkan virus corona.

Ketua kKeamanan Kelurahan Sawunggaling, Eri Irawan, menuturkan, apabila Pemkot Surabaya tetap ngotot menjadikan tempat tersebut jadi ruang isolasi, dia bersama warga tidak segan-segan memboikot akses jalan dengan menutup portal.

“Jadi saya sebagai perwakilan warga menolak keras SD Sawunggaling digunakan untuk tempat isoman. Kalau dipaksakan, dengan berat hati kami selain mengadakan aksi demo juga akan menutup portal yang ada di lingkungan kami, supaya tidak ada lagi akses untuk masuk ke lokasi,” ancamnya, Senin (26/7/2021).

Mereka juga akan menerapkan sistem keluar-masuk melalui satu pintu, dan hanya warga setempat yang diperbolehkan lewat. Siang kemarin ibu-ibu juga tengah berjaga di lokasi, untuk memantau pergerakan anggota Satgas Covid-19 menjadikan SDN Sawunggaling 1 sebagai ruang isolasi.

“Dari mulai pukul 07.30 ibu-ibu sudah stand by menolak SDN Sawunggaling 1 sebagai tempat isoman,” tutur Eri.

Penolakan tersebut dilatarbelakangi dengan berbagai pertimbangan, seperti banyaknya lansia, anak kecil, balita, limbah pasien terpapar (APD) dan kebutuhan kesehatan lainya. Sekitar sekolahan juga tergolong pemukiman padat penduduk. Sedangkan penyebaran Covid-19 varian Delta ini disinyalir lebih cepat, yaitu dengan hitungan detik saja.

Selain itu Eri Irawan mengaku bahwa Pemkot Surabaya juga belum melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga setempat.

“Belum ada sosialisasi, jadi memang sangat mendadak sekali, baru kemarin pagi langsung ada eksekusi di sekolahan untuk mengeluarkan bangku di dalam kelas. Akhirnya warga langsung beraksi,” tambahnya.

Setelah melakukan aksi damai di luar sekolah,  warga melakukan audensi dengan Camat dan Kapolsek Wonokromo untuk menyampaian aspirasinya.

Dikatakan Sekretaris Kecamatan Wonokromo, Ali, bahwa pihaknya mengakomodir keberatan warga dan menampung aspirasi warga terkait tempat isoman di SDN Sawunggaling 1 sebagai tempat isoman OTG (orang tanpa gejala).

“Ya tidak apa-apa, yang namanya warga kadang takut dijadikan tempat untuk isolasi walau itu hanya untuk OTG, terpusat dan nanti dijaga. Kita mengakomodir keberatan warga itu dan sudah ditampung,” jelas Ali, Senin (26/7/2021).

Dipilihnya sekolah, lanjut Ali, karena bisa menjadi lokasi isoman terpusat di tiap masing-masing kelurahan. Selain itu, untuk bangunan sudah siap dan tinggal membersihkan saja.

“Karena persiapan sudah matang dan tinggal membersihkan ruangan, ada toilet, dan penanganan lebih cepat. Ini agar tidak terjadi penularan kepada keluarga,” tambahnya.

Kapolsek Wonokromo, AKP Rini Pamungkas, S.H.,S.I.K , mengatakan pihaknya memahami penolakan warga. “Saya mengapresiasi audensi ini sebab secara tidak  langsung masyarakat sadar betul adanya pandemi Covid-19 ini. Sebagai bagian dari aparat penegak hukum kami hanya memberi penjelasan dan pandangan seputar kondisi pandemi saat ini untuk kemudian mencari jalan bersama,” tambahnya.(feb)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed