by

Desa Wonokasian Sidoarjo Mencekam, Sehari 5 Warganya Meninggal, MAKI Jatim Bergerak Cepat Menyalurkan Bantuan

LAPORAN KHUSUS MAKINEWS – Pukul 01.00, di bawah penerangan lampu seadanya, terjadi kegaduhan di kuburan umum Desa Wonokasian, Kec. Wonoayu, Kab. Sidoarjo. Satu unit ambulans salah satu rumah sakit di Sidoarjo barat baru saja datang. Sejumlah warga dan perangkat desa yang sudah lama menunggu kedatangan jenazah itu hanya bisa melihat dari kejauhan.

Musim mbediding membuat udara di kuburan terasa lebih dingin.

Pemakaman tersebut adalah pemakaman jenazah terakhir di Desa Wonokasian. Dikatakan terakhir, karena pada Rabu (14/7/2021) itu, dalam sehari lima orang warga Desa Wonokasian meninggal dunia. Mereka meninggal karena terpapar Covid-19. Bahkan tiga di antaranya, warga Dusun Kasian, terdiri atas bapak-anak-cucu.

Sang sopir ambulans, yang nampak letih, seperti seolah meminta maaf, berkata kepada warga bahwa jenazah datang tengah malam karena harus menunggu giliran. “Ini jenazah terakhir yang saya antar. Seharian ini saya mengantar sepuluh jenazah yang meninggal karena Covid,” katanya. Dalam sehari, kata sang sopir, satu ambulans mengantar sepuluh jenazah dengan wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

Sunaryono (bersandar)

Desa Wonokasian belakangan berjuluk kawasan merah. Warganya yang terpapar Covid-19 semakin hari kian bertambah. Pada periode 20 sampai 30 Juni 2021 sekitar 40 orang warganya yang positif.

“Sekarang ada 150 wuwung (rumah dengan penghuni bisa lebih dari 1 KK) yang positif,” kata Edy Purwoko, Sekretaris Desa Wonokasian, kepada makinews.id. Dia mengaku tidak tahu jumlah persisnya karena belum melakukan pendataan lagi.

Setelah Rabu itu, pada Kamis (15/7) 3 orang meninggal, lalu Jumat (16/7) sebanyak 2 orang. Semua meninggal karena Covid-19.  Speaker di masjid seakan sambung-menyambung mengabarkan kematian.

Edy Purwoko

Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 di Wonokasian terjadi pada Juni-Juli. Sedangkan jumlah warga Wonokasian yang meninggal dunia karena Covid-19 data awal Juli hingga 10 Juli 2021 sebanyak 10 orang. Mereka meninggal di rumah sakit.

Sejauh ini kebanyakan warga Wonokasian yang terkena Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Satu orang di rumah sakit. Penanganan isoman dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan dari Puskesmas Wonoayu.   Perangkat desa berpikir keras untuk melakukan tiga hal.

“Pertama melakukan tindakan pertolongan pertama bila ada warga kami yang terkena Covid-19. Kedua supaya tenaga kesehatan di desa kami ditambah, selama ini hanya satu orang. Ketiga, kami terus mencegah warga, khususnya yang terjangkit gejala kena Covid, untuk tidak keluar rumah,” kata Edy.

Desa Wonokasian

Juga yang dipikirkan oleh perangkat desa adalah memberi bantuan berupa sembako, multivitamin dan bahkan tabung oksigen kepada warga Desa Wonokasian yang menjalani isoman. Sejauh ini memang pernah dapat bantuan sembako dari Pemkab Sidoarjo.

Sunaryono, Kepala Desa Wonokasian, beserta perangkatnya berusaha mencari bantuan ke mana-mana. Termasuk ke Ponpes Bhumi Sholawat milik KH Agoes Ali Mashuri.

Bantuan ini terutama bagi warga yang kurang mampu. “Kasihan mereka yang tidak punya uang. Kalau yang berpunya tidak masalah untuk membeli atau menyewa misalnya tabung oksigen. Kebanyakan warga kami petani, buruh tani atau buruh pabrik. Ada buruh pabrik yang kena PHK.  Mereka butuh sembako, obat maupun multivitamin,” kata Edy.

Edy juga mengontak LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Jawa Timur. Selain lama kenal Heru Satriyo, Ketua MAKI Jawa Timur, Edy juga tahu MAKI Jawa Timur juga peduli terhadap pandemi Covid-19. “Saya tahu persis siapa Pak Heru. Semua orang dianggap saudara,” kata Edy.

Pada Kamis (14/7) malam Edy menemui Heru Satriyo, Jumat (16) sore bantuan yang diajukan sudah sampai di balai Desa Wonokasian. Bantuan yang diterima Edy itu berupa vitamin 150 strip (1 strip = 20 tablet ), masker 1000 buah dan hand sanitizer 60 botol @ 500 ml.

Bantuan dari LSM MAKI

Kepada makinews.id Heru Satriyo mengatakan bantuan ini sebagai satu aktualisasi sederhana dari MAKI Jatim sebagai sarana untuk menggugah rasa kepedulian dari semua lembaga, ormas, yayasan, terutama masyarakat yang mampu.

“Saat ini adalah momentum yang sangat luar biasa untuk kita harus berbagi, mengedepankan semangat gotong-royong untuk bersama-sama menanggulangi dampak Covid-19 dengan selalu mengedepankan protokol kesehatan yang ketat,” kata Heru Satriyo.

Kepedulian MAKI Jatim pada pandemic Covid-19 sebelumnya ditunjukkan dengan vaksinasi Covid-19 gratis kepada warga Perumahan Permata Juanda dan anggota/pengurus MAKI Jatim. Vaksinasi kedua dilakukan Senin (21/6) lalu di markas MAKI Koorwil Jawa Timur.(tim liputan makinews)

Baca juga: LSM MAKI Vaksinasi Covid-19 Gratis di Permata Juanda

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed